Rabu, 22 Juni 2011

Alam Mulki, Malakut dan Rumus Hidup Enak Dunia dan Akhirat

Ngaji Bareng Syaikhina Maimoen Zubair.
25 Desember 2010 11:13

Alam di jagad raya ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu alam  Mulki dan alam Malakut. Alam mulki yaitu alam yang bisa dilihat oleh  manusia dengan khasaf mata. Sehingga dalam permasalahan ini orang yang  beragama Islam atau pun orang kafir itu bisa menembus dan menjamahnya.

Artikel ini diambil dari ceramah Syaikhina Maimoen Zubair pada saat acara KBHI Sarang tanggal 17 Oktober 1998 M.



Allah berfirman :

الم تعلم انّ الله له ملك السماوات والارض ومالكم من وّليّ وّلانصير

"Tiadakah kamu mengetahui bahwa  kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? dan tiada bagimu selain  Allah seorang pelindung maupun seorang penolong." (QS. Al-Baqoroh :  107)

 Mengenai tentang  bentuk alam Mulki, bahasannya sangat luas. Tidak hanya terkhusus dengan  alam dunia, tetapi keluar dari planet tercinta ini. Di bumi dan langit  merupakan alam Mulki yang dinikmati mata selagi masih bisa berfungsi.  Dan kebanyakan orang-orang yang menemukan konsep tentang ilmu Mulki  adalah orang yang bukan Islam. Seperti ilmu Falaq, kebanyakan orang yang  ahli di dalamnya adalah orang kafir, seperti bangsa Inggris yang pintar  terhadap bidang astronomi sejak dekade awal. Sehingga dalam  permasalahan ini dulu Mbah Zubair Dahlan mempunyai sebuah keinginan  untuk mengaji dan pintar dalam ilmu Falaq. Tapi, sayangnnya ilmu ini  tidak ilmiah.

Bumi yang kita tempati ini  merupakan bagian dari alam Mulki yang diciptakan untuk mahluk Allah yang  namanya manusia (Nabi Adam dan keturunannya). Nabi Adam dijadikan Allah  sebagai khalifah untuk memakmurkan dunia dengan aturan-aturan yang  diatur oleh Allah. Allah berfirman :

واذ قال ربك للملائكة انّي جاعل في الارض خليفة قالوا اتجعل فيها من يفسد فيها ويسفك الدماء ونحن نسبّح بحمدك ونقدس لك قال انّي اعلممالاتعلمون



"Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat:  "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi."  mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu  orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah,  padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan  Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak  kamu ketahui." .(QS. Al-Baqoroh : 30)

Karena bumi adalah tempat  mahluk Allah yang mulia (Nabi Adam dan keturunannya), maka proses dalam  penciptaannya juga lama bila dibandingkan dengan langit yang letaknya  berada di atasnya. Hari Ahad, Senin, Selasa, dan Rabu digunakan untuk  menciptakan bumi, sedangkan Kamis dan Jum'at itu digunakan oleh Allah  untuk mencipkan langit. Adapun hari Sabtu Allah libur. Sehingga dari  permasalahan ini banyak digunakan teladan untuk orang-orang yang ahli  dalam ilmu Perdukunan untuk tidak menyuwuk sebab takut ngobos.

Keistimewaan bumi tidak hanya itu saja.  Tetapi masih ada yang lain, bahkan itu lebih menarik, yaitu kelak bumi  yang kita gunakan untuk beribadah kepada Allah SWT, menjalankan  perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, akan kita bawa ke surga untuk  ditempati lagi. Sedangkan langit akan dilipat dan digulung Allah. Allah  berfirman :

وما قدرو ا الله حقّ قدره والارض جميعا قبضته يوم القيامة والسّماوات مطويّت بيمينه سبحانه وتعالى عمّا يشركون





"Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang  semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat  dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci Tuhan dan Maha  Tinggi dia dari apa yang mereka persekutukan". .(QS. Az-Zumar : 67)



Setelah pembahasan alam Mulki, Syaikhina  juga membahas alam Malakut yang tidak kalah pentingnya dengan bahasan  alam Mulki. Alam Malakut berbeda dengan alam Mulki yang bisa dinikmati  orang-orang Islam dan orang-orang kafir, dia lebih terkhusus untuk  orang-orang Islam, khususnya mereka yang selalu taat kepada Allah  seperti para Nabi, Auliya' dan orang-orang sholeh. Mereka hidup hanya  mencari ridho Allah. Tentang alam Malakut Allah berfirman :

وكذلك نري ابراهيم ملكوت السّماوات والارض وليكون من الموقنين

"Dan demikianlah kami perlihatkan  kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan  bumi dan (Kami memperlihatkannya) agar dia termasuk orang yang yaqin."  (QS. Al-An'am : 75)

 Seseorang itu akan memperoleh  kebaikan kalau dia mau mengetahui alam Mulki dan alam Malakut. Contoh  alam Malakut yang tidak bisa dilihat oleh mata adalah Malaikat, Jin dan  Syetan. Di bawah ini ada contoh-contoh alam Malakut yang diceritakan  oleh Al-Quran dan yang pernah dialami oleh seorang yang dipilih Allah.

a. Ibunda Maryam binti Imron, Ibu yang  melahirkan Nabi Isa AS yang semasa hidupnya pernah diasuh oleh Nabi  Zakariya. Ketika Nabi Zakariya menaruhnya disebelah kiri pengimaman  masjid, waktu itu Nabi Zakariya ingin mengirim Maryam makanan, tapi  malah Nabi Zakariya keheranan dengan apa yang terjadi dengan Maryam,  sebab sudah ada makanan disampingnya. Makanan itu didatangkan Allah dari  surga. Allah berfirman :

فتقبلها  ربّها بقبول حسن وانبتها نباتا حسنا وّكفّلها زكريّا كلما دخل عليها زكريا  المحراب وجد عندها رزقا قال يامريم انّى لك هذا قالت هو من عند الله انّ الله يرزق من يشاء بغير حساب

"Maka Tuhannya menerimanya (sebagai  nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan  yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. setiap Zakariya  masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya.  Zakariya berkata: "Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?"  Maryam menjawab: "Makanan itu dari sisi Allah". Sesungguhnya Allah  memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab" (QS.  Ali-Imron : 37).

b. Alam Malakut yang terdapat pada Nabi  Ibrohim adalah terjadi pada suatu peristiwa besar tentang pembakaran  dirinya atas perintah raja Namrud. Ketika api sudah berkobar dan Nabi  Ibrohim sudah dimasukkan ke dalamnya. Dengan izin Allah api itu tidak  dapat membakarnya. Justru di dalam api itu Nabi Ibrohim mendapatkan  kenikmatan dari Allah, yang berupa selain dirinya tidak dapat dibakar  dengan api, Nabi Ibrohim juga bisa leyeh-leyeh duduk di kursi goyang  dengan memakan makanan yang diberikan oleh Allah. Allah berfirman:

قلنا ياناركوني بردا وّ سلما على ابراهيم

"Kami berfirman: "Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim",(QS. Al-Anbiya': 69).

c. Setelah mengajar di Madrasah  Nidhomiyah, imam Ghozali menjadi orang yang mashur dan kaya. Namun suatu  ketika beliau meninggalkan kenikmatan dunia itu dan berkeinginan untuk  menjalankan alam Malakut. Akhirnya beliau bertekad menjalankan suatu  perjalanan yang sangat panjang sepanjang 5000 KM tidak membawa bekal  kecuali hanya tawakkal kepada Allah SWT. Dengan tawakalnya beliau bisa  sampai ke tempat tujuan atas izin-nya.

d. Al-Quran yang dijadikan pedoman hidup  umat Islam juga ada alam malakutnya, yaitu terdapat pada  keistimewaannya yang tidak dapat didapat pada kitab selain Al-Quran.  Kepahaman yang mendalam hanya dapat diperoleh oleh orang-orang yang  beragama Islam. Selain itu, meskipun Al-Quran itu berbahasa Arab, tapi  orang yang paham dan alim bahasa Arab bukan orang Arab asli tapi orang  Ajam (imam Sibaweh).

Perlu diketahui bahwa alam Malakut itu  tidak terkusus pada sesuatu yang ada di luar bumi yang tidak nampak,  namun pembahasannya luas. Kadang ada yang di bumi dan di luar bumi.  Namun yang penting adalah alam Malakut itu hanya diketahui dan dirasakan  oleh orang Islam, terutama hamba-hamba Allah yang menjadi pilihan-Nya.

Ketika kita sudah mengetahui apa itu  alam Mulki dan alam Malakut, maka kita akan beranjak menuju  konsep-konsep Islam yang menawarkan sebuah kesejahteraan bagi umatnya  yang mau menjalankannya. Kesejateraannya yaitu kesejahteraan dunia dan  akhirat.

Islam sangat menawarkan kesejahteraan  bagi pengikutnya. Namun sayangnya banyak yang tidak tahu tentang itu,  atau juga memang ia sengaja lari dari konsep tadi, sehingga memilih satu  kehidupan yang enak yang bersifat sementara dengan meninggalkan  kehidupan yang abadi. Tapi kenyataannya kebanyakan dari mereka sensara  dikehidupan dunia ini. Padahal Islam itu harus enak dunia dan akhirat.  Kesensaraan itu disebabkan mereka tidak mau menolong agama Allah baik  disengaja atau pun tidak. Padahal barang siapa yang menolong agama Allah  maka dia akan ditolong Allah. Sehingga akibatnya berdampak pada diri  mereka sendiri. Contoh kecilnya adalah orang Indonesia yang dijajah  Belanda selama 350 tahun, selama dalam kekuasaan penjajah, kesensaraan  terjadi dimana-mana. Kadang makan nasi selama 5 bulan dan makan jagung  selama 7 bulan. Semua ini terjadi karena di waktu itu bangsa Indonesia  yang menolong agama Allah sangatlah sedikit.

Konsep Islam sungguh sangat luar biasa.  Seandainya umat Islam mau menjalankannya niscaya kesejahteraan akan  dirasakan oleh semua lapisan. Contoh kecilnya tentang takaran makan yang  diatur oleh Islam. Seorang muslim perindividu itu harus makan perhari  bagi orang yang miskin 1 mud : 6 on seperempat, orang sedang 1 mud  setengah dan orang yang kaya harus 2 mud, sehingga kalau ditotal  semuanya, bagi seorang yang sedang harus menghabiskan 28 KL. Mengapa di  sini kok harus 28 KL? Karena jumlah hari dalam satu bulan menurut  penanggalan Islam itu ada 28 hari. sedangkan untuk hari yang ke 29,  bulannya itu tidak nampak. Seandainya kurang dari 28 KL maka orang tadi  itu belum dikatakan merasakan kesejahteraan Islam.

Penuturan tadi baru tentang nasinya  belum menuju lauk-pauknya. Apabila dia sudah normal nasinya, hendaknya  memilih lauk-pauk yang enak-enak. Allah befirman:

وقلنا ياادم اسكن انت وزوجك الجنّة وكلا منها رغدا حيث شئتما ولاتقربا هذه الشّجرة فتكونا من الظالمين

"Dan kami berfirman: "Hai Adam, diamilah  oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang  banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati  pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim." (QS.  Al-Baqoroh: 35).

Namun sayangnya, meskipun ada  rumus-rumus yang mengantarkan hidup yang enak di dunia dan akhirat, tapi  ada sebagian dari mereka yang masih tirakat (puasa dalail). Dengan  puasa ini mereka menginginkan akan kenikmatan dunia pada masa setelah  puasa. Tapi mereka masih melarat. Sebenarnya tirakat puasa itu  kebanyakan dilakukan oleh orang-orang yang hendak mendekatkan diri  kepada Allah, kususnya para Nabi dan Wali Allah. Puasamya hanya untuk  Allah. Hatinya tidak pernah lepas dari mengingat Allah. Seandainya  mereka melupakan Allah dengan waktu yang sangat singkat, niscaya mereka  sudah dianggap dosa besar. Dan kebanyakan orang-orang yang menjalakan  tirakat sekarang itu niatnya tidak seperti ini, makanya mereka tetap  melarat dan miskin.

Apabila ada orang yang bernadzar ziarah  ke makam Wali Songo dengan berjalan kaki. Adapun tempat antara dia dan  tempat yang dinadzarinya itu sangat jauh bila dijangkau dengan berjalan  kaki. Sungguh orang yang bernadzar tadi tidak wajib menjalankan nazarnya  dengan berjalan kaki, sebab berjalan kaki itu pekerjaan hewan, kerbau  dan sapi bukan manusia. Dan manusia itu bukanlah sapi atau kerbau. Tapi  manusia itu adalah mahluk Allah yang dimulyakan, dia harus puya alat  tranportasi yang dapat mengantarkannya ketika dia hendak pergi ke suatu  tempat yang diinginkan, bukan dengan jalan kaki. Ingat dan ingat, Islam  itu mulya dan pengikutnya juga harus mulya. Allah berfirman:

ولقد كرّمنا بني ادم وحملناهم فى البرّ والبحر ورزقناهم مّن الطيّبات وفضّلناهم على كثير ممّاخلقنا تفضيلا

"Dan Sesungguhnya Telah kami  muliakan anak-anak Adam, kami angkut mereka di daratan dan di  lautan[862], kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan kami  lebihkan mereka dengan kelebihan yang Sempurna atas kebanyakan makhluk  yang Telah kami ciptakan." (QS. Al-Isro: 70).

يقولون لئن رّجعنا الى المدينة ليخرجنّ الاعزّ منها الاذلّ ولله العزّة ولرسوله وللمؤمنين ولكنّ المنافقين لايعلمون

"Mereka berkata: "Sesungguhnya jika  kita Telah kembali ke Madinah[1478], benar-benar orang yang Kuat akan  mengusir orang-orang yang lemah dari padanya." padahal kekuatan itu  hanyalah bagi Allah, bagi rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi  orang-orang munafik itu tiada Mengetahui." (QS. Al-Munafiqun: 8).



Penulis: Amirul Ulum

Tidak ada komentar:

Posting Komentar